Pada bab ini, akan membahas peran
utama dari sistem buku besar (General
Ledger System / GLS) sebagai sistem utama yang menghubungkan sistem
pemrosesan transaksi melalui arus informasi formal. Siklus-siklus transaksi
memproses peristiwa-peristiwa individu yang dicatat dalam jurnal khusus dan
akun-akun tambahan. Journal Vouchers dan
akun-akun yang diringkas dari transaksi-transaksi ini dialirkan ke sistem buku
besar, yang selanjutnya mengadakan input ke sistem pelaporan Keuangan (Financial Reporting System / FRS).
Proses pelaporan keuangan disajikan dalam beberapa langkah kegiatan yang
dimulai dengan merekam transaksi dan mengakhirinya dengan menyiapkan laporan
keuangan. Perubahan yang signifikan terdapat pada proses laporan keuangan
manual, dalam bentuk XBRL (Extendable
Business Reporting Language), dalam kurun waktu dekat. Bab ini menguraikan
pedoman utama XBRL dan impilkasinya terhadap rekening-rekening atau akun-akun.
Pada akhirnya, sistem pelaporan manajemen (Management
Reporting System / MRS) diuji. Sistem pelaporan manajemen (MRS) dapat
dibedakan dari sistem pelaporan keuangan (FRS) dilihat dari sudut pandang
kepatuhan: pelaporan keuangan bersifat
perintah sedangkan pelaporan manajemen bersifat bebas, artinya manajemen bebas
untuk menentukan kebijakannya. Informasi pelaporan manajemen dibutuhkan untuk
perencanaan dan pengawasan aktivitas perusahaan. Manajemen organisasi
mengimplementasikan penerapan dari sistem pelaporan manajemen (MRS) atas
kebebasan yang diberikan kepada perusahaan, berdasarkan pada kebutuhan pengguna
internal. Bab ini akan menguji faktor-faktor yang menggerakkan bentuk atau model
dari beberapa aplikasi tersebut.
Sistem Buku
Besar (GLS)
Siklus-siklus transaksi memproses
peristiwa-peristiwa individu yang dicatat dalam jurnal khusus dan akun-akun
tambahan. Ringkasan-ringkasan dari transaksi-transaksi ini diteruskan ke GLS
dan menjadi sumber-sumber input untuk MRS dan FRS. Bagian terbesar pertransferan
ke GLS berasal dari subsistem pemrosesan transaksi. Perlu dicatat, meskipun
begitu, informasi tersebut juga diteruskan dari FRS sebagai feedback ke GLS.
Komponen-komponen utama Sistem Buku Besar (GLS)
Laporan keuangan sistem
periodik pada banyak organisasi menetapkannya sebagai sekumpulan proses,
seperti yang digambarkan dibawah ini.
Risiko potensial dari FRS adalah sebagai berikut.
Penerbitan Sas 78/Coso Control
Implikasi Pengawasan Internal
XBRL
Sistem
Pelaporan Manajemen (MRS)
Komponen-komponen utama Sistem Buku Besar (GLS)
- The Journal Voucher
Journal Voucher, yang menggambarkan ringkasan transaksi-transaksi sejenis,
mengidentifikasi jumlah keuangan dan pengaruhnya terhadap akun buku besar.
Transaksi-transaksi rutin, jurnal penyesuaian, dan jurnal penutup diinput dalam
buku besar melalui journal vouchers.
2.
The GLS Databese
Database GLS mengandung berbagai macam file. Seperti yang digambarkan
dalam gambar di bawah ini.
·
General Ledger Master File (File Master Buku
Besar)
Merupakan
file dasar dalam database GLS. File ini didasarkan pada chart of accounts (susunan akun) yang ditampilkan organisasi.
Contoh:
·
The General Ledger History File
Mempunyai
format yang sama seperti file master. Tujuan utamanya adalah untuk menyediakan
data keuangan histori untuk laporan keuangan komparatif.
The Journal Voucher File
Merupakan
kumpulan journal vouchers yang
diproses dalam periode berjalan.
The Journal Voucher History File
Berisi journal
vouchers untuk periode yang lalu. Informasi
historikal ini mendukung kewajiban mengurus manajemen terhadap akun dalam
menggunakan sumber yang ada.
The Responsibility Center File
Berisi
penerimaan, pengeluaran, dan data penggunaan sumber lainnya untuk masing-masing
tanggung jawab pusat dalam organisasi. MRS menggunakan data ini sebagai input
dalam mempersiapkan laporan pertanggungjawaban bagi manajemen.
The Budget Master File
Berisi
jumlah anggaran untuk penerimaan, pengeluaran, dan sumber-sumber lain untuk
tanggung jawab pusat.
3. GLS Prosedure
Beberapa aspek dari prosedur pembaharuan GLS yang dijalankan baik sebagai
operasi terpisah maupun mengintegrasikan antar sistem pemroseran transaksi.
Sistem
Pelaporan Keuangan (FRS)
Penerima utama informasi laporan keuangan adalah pengguna
eksternal, seperti stockholders, kreditor,
dan instansi pemerintah. Secara umum, bnisa dikatakan bahwa pengguna di luar
informasi tertarik dengan performa organisasi secara keseluruhan. Oleh karena
itu, mereka membutuhkan informasi yang mengizinkan mereka untuk mengobservasi
performa dalam kurun waktu tertentu dan untuk membandingkan antar organisasi
yang berbeda. Oleh karena itu, informasi pelaporan keuangan harus disiapkan dan
disajikan oleh semua organisasi dengan cara yang diterima secara umum dan
dimengerti oleh pengguna eksternal.
1.
Pengguna Berpengalaman dengan
Kehomogenan Kebutuhan Informasi
Karena komunitas pengguna eksternal itu luas dan
kebutuhan informasi individu mereka mungkin bervariasi, laporan keuangan
ditujukan untuk audiens umum. Mereka dihadapkan pada persoalan bahwa audiens
terdiri dari pengguna berpengalaman dengan kehomogenan kebutuhan informasi yang
relatif sama. Dengan kata lain, dapat diasumsikan bahwa pengguna laporan
keuangan memahami kebijakan dan dasar akuntansi yang diterapkan dan bahwa
laporan tersebut berisi informasi yang bermanfaat.
2.
Prosedur Pelaporan Keuangan
Pelaporan keuangan merupakan tahap akhir dari seluruh
proses akuntansi yang dimulai dengan siklus transaksi. Proses tersebut dimulai
dengan pencatatan bersih pada awal tahun fiskal. Hanya akun-akun balance sheet (permanen) yang diikutkan
dari tahun sebelumnya. Berikut ini prosedur pelaporan keuangannya:
ü Capture the transaction. Dalam tiap-tiap siklus
transaksi, transaksi-transaksi dicatat dalam file transaksi yang tepat.
ü Mencatat dalam jurnal khusus. Tiap-tiap transaksi dicatat dalam
jurnal. Ingat bahwa pengklasifikasian kejadian dari transaksi secara
berulang-ulang, seperti penjualan, dicatat dalam jurnal khusus. Sebaliknya,
transaksi yang tidak berulang-ulang dicatat dalam jurnal umum atau dalam journal voucher secara langsung.
ü Posting ke buku besar pembantu.
ü Posting ke buku besar.
ü Menyiapkan neraca saldo belum disesuaikan.
ü Membuat jurnal penyesuaian.
ü Menjurnal dan posting jurnla penyesuaian. Journal voucher untuk penyesuaian disiapkan dan diposting ke akun buku besar yang sesuai.
ü Menyiapkan neraca saldo setelah disesuaikan.
ü Menyiapkan laporan keuangan.
ü Menjurnal dan memposting jurnal penutup.
ü Menyiapkan neraca saldo setelah penutupan.
Laporan keuangan sistem
periodik pada banyak organisasi menetapkannya sebagai sekumpulan proses,
seperti yang digambarkan dibawah ini.
XBRL-Perencanaan
Kembali Pelaporan Keuangan
XBRL adalah singkatan dari eXtensible
Business Reporting Language yang merupakan standar intrnet yang secara
spesifik didisain untuk pelaporan bisnis dan pertukaran infomasi. Tujuan dari
XBRL adalah untuk memfasilitasi publikasi, pertukaran, dan pemrosesan informasi
bisnis dan keuangan. XBRL merupakan bentuk asli dari standar internet lainnya
yang disebut XML (eXtensible Markup Language)
XML (eXtensible Markup Language)
XML merupakan bahasa yang dirancang khusus untuk mendeskripsikan sebuah
bahasa. Istilah extensible artinya
bahwa beberapa bahasa dapat dibuat dengan menggunakan XML. Termasuk menciptakan
bahasa markup yang mampu menyimpan
data dalam bentuk relasi yang menambahkan (atau perintah format) yang dipetakan
ke dalam nilai data. Oleh karena itu, XML biasanya dapat digunakan sebagai
model struktur data dari database internal sebuah organisasi. Contohnya
terdapat dalam gambar di bawah ini yang menunjukkan perbedaan HTML dengan XML
menggunakan bookstore order formatted di
kedua bahasa.
XBRL (eXtensible
Business Reporting Language)
Melihat kelebihan potensial dari XML, AICPA
mendorong penelitian dalam menciptakan bahasa pemrograman akuntansi yang
spesifik. XBRL merupakan dasar bahasa XML yang didesain untuk menyediakan
komunitas financial dengan metode yang telah distandarisasi untuk menyiapkan,
mempublikasikan, dan otomatis pertukaran informasi keuangan, termasuk laporan
keuangan yang dikerjakan oleh perusahaan
secara umum. XBRL bukan hanya digunakan untuk melaporkan data keuangan
secara keseluruhan, tetapi juga dapat diterapkan untuk mengomunikasikan informs
yang berhuban dengan transaksi individu. Berikut disajikan gambaran umum dari
proses pelaporan XBRL.
PENGAWASAN SISTEM PELAPORAN KEUANGAN (FRS)
Risiko potensial dari FRS adalah sebagai berikut.
- Jejak audit yang tidak sempurna
- Tidak disahkannya akses terhadap buku besar (GL)
- Akun-akun buku besar tidak seimbang dengan akun tambahan/akun pembantu
- Kesalahan saldo akun buku besar karena tidak siotorisasi atau kesalahan journal voucher
- Otorisasi transaksi
- Pemisahan tugas/tanggung jawab
- Akses pengawasan
- Pencatatan akuntansi
- Verifikasi independen
Walaupun
keuntungan potensial XBRL dan teknologi web yang diasosiasikan telah diteliti,
ada beberapa hal yang harus diperhatikan implikasi pengawasan potensial dalam
menggunakan XBRL. Ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:
ü
Taxonomy Creation
ü
Taxonomy Mapping Error
ü
Validation of Instance
Documents
Pelaporan manajemen sering disebut
dengan kebebasan untuk menentukan dan memilih pelaporan karena ia tidak
berupa perintah, seperti pelporan keuangan. Pelaporan manajemen telah diakui
sebagai komponen penting dari struktur pengawasan internal suatu organisasi.
Sistem pelaporan manajemen yang langsung memperhatikan persoalan-persoalan
manajemen sesuai dengan waktunya menunjang keefektifan manajemen dan
keobjektifan bisnis suatu perusahaan.
Beberapa factor yang mempengaruhi MRS:
1.
Dasar-dasar Manajemen (Management Principles)
Ø
Menyusun tugas-tugas (Formalization of Tasks)
Implikasinya: memberikan izin spesifikasi formal
dari informasi yang dibutuhkan untuk mendorong tugas-tugas.
Ø
Pertanggungjawaban dan Otorisasi
Dalam suatu bisnis organisasi, manajer
mendelegasikan tanggung jawab dan otoritas secara menurun melalui hirarki
organisasional dari atasan ke bawahannya.
Ø
Jangka waktu pengwasan
Implikasinya: manajer dengan pembatasan jangka waktu
pengawasan mengandung kerincian dari operasi dan dengan Keputusan yang
spesifik.
Ø
Manajemen dengan pengecualian
Implikasinya: manajer membutuhkan informasi yang mampu
mengidentifikasi operasi-operasi atau sumber-sumber yang berisiko di luar
pengawasan.
2.
Fungsi, Level, dan Tipe Keputusan
Manajemen
Ø
Keputusan perencanaan strategi
Ø
Keputusan perencanaan taktis
Ø
Keputusan pengawasan manajemen
Ø
Keputusan pengawasan operasional
-
Standar-standar
-
Evaluasi pencapaian
-
Tindakan perbaikan
3.
Struktur persoalan
Ø
Data. Nilai digunakan untuk mewakili
faktor-faktor yang relevan terhadap masalah.
Ø
Prosedur-prosedur. Rangkaian
tahap-tahap atau aturan keputusan yang digunakan dalam memecahkan masalah.
Ø
Tujuan. Hasil dari pembuat keputusan
yang diharapkan tercapai dengan pemecahan masalah.
4. Tipe
Laporan Manajemen
Ø Tujuan
Laporan
Ø Pelaporan
yang terpogram
Ø Atribut
pelaporan
-
Relevan
-
Menyeluruh
-
Exception
Orientation
-
Akurat
-
Lengkap
-
Tepat waktu
-
Ringkas
5. Peetanggungjawaban
Akuntansi
Ø Pengaturan
Tujuan Keuangan : Proses Anggaran
Proses anggaran membantu
manajemen mencapai tujuan keuangannya dengan menentukan pencapaian yang dapat
diukur untuk masing-masing segmen dalam organisasi.
Ø Performa
Pengukuran dan Pelaporan
Pengukuran performa dan elaporan
dilakukan di setiap segmen operasional perusahaan.
Ø
Responsibility
Centers
Bentuk umum dari responsibility center ini adalah cost centers, profit centers, dan investment centers.
6. Pertimbangan Tingkah Laku
Kesimpulannya adalah dijelaskan bahwa kebebasan
memilih dalam pelaporan bukan secara subjektif ditujukan sebagai pedoman professional
dan pengakuan hukum layaknya perintah yang tidak membebaskan pelaporan
keuangan. Lebih dari itu, kebebasan ini ditetapkan karena ada beberapa faktor,
yaitu dasar manajemen, fungsi, level, dan tipe Keputusan manajemen, struktur
permasalahan, pertanggungjawaban akuntansi, dan Pertimbangan Tingkah Laku. Pada
bab ini, menjelaskan pengaruh dari faktor-faktor tersebut terhadap model MRS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar